Lembar kerja ini untuk membantu si kecil belajar menyusun huruf dan menebak kata sesuai dengan gambar, silahkan downlaod semoga bermanfaat.
Kamis, 30 Juni 2016
LEMBAR KERJA MENYUSUN HURUF MENJADI SEBUAH KATA YANG BENAR UNTUK ANAK
LEMBAR KERJA MENYUSUN HURUF MENJADI SEBUAH KATA YANG BENAR UNTUK ANAK
Lembar kerja ini untuk membantu si kecil belajar menyusun huruf dan menebak kata sesuai dengan gambar, silahkan downlaod semoga bermanfaat.
KLIK LINK DOWNLOAD DIBAWAH INI :
Lembar kerja ini untuk membantu si kecil belajar menyusun huruf dan menebak kata sesuai dengan gambar, silahkan downlaod semoga bermanfaat.
Rabu, 29 Juni 2016
LEMBAR KERJA BELAJAR MATEMATIKA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN UNTUK ANAK
LEMBAR KERJA MATEMATIKA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN UNTUK ANAK
Belajar Berhitung Pada Anak Usia Dini
Anak usia 4 – 6 tahun sudah mulai diajarkan berhitung di sekolah. Konsep-konsep yang diajarkan pada usia ini merupakan konsep dasar angka dan berhitung dan belum masuk pada operasi hitung yang lebih kompleks. Menurut Flavell (1993), ada 5 cara yang dapat diterapkan pada saat mengajarkan mereka berhitung.
The One – One Principle
Dalam mengajarkan berhitung pada anak, angka yang hendak diajarkan hendaknya disebutkan semua, satu persatu, tanpa pengulangan, pengurangan atau perhentian. Misalnya menghitung dari satu sampai lima maka satu, dua, tiga, empat, lima. Semua angka ini harus disebutkan tanpa ada yang diulang agar anak dapat mengingat urutannya dengan tepat.
The Stable – Order Principle
Berdasarkan prinsip ini maka bila kita hendak mengajarkan anak menghitung jumlah maka urutan satu, dua, tiga, dan seterusnya harus diucapkan dengan benar sesuai dengan urutanny. Bila hal ini dilakukan terus menerus maka anak secara otomatis akan mengingat urutan angka yang benar dalam menghitung jumlah jangan sekali-sekali mengganti menjadi tiga, dua, satu atau mengacaknya.
The Cardinal Principle
Guru harus ingat untuk selalu mengulang angka terakhir atau jumlah benda yang dihitung. Misalnya menghitung 3 apel maka berdasarkan prinsip stable – order, harus disebut satu persatu, yaitu satu, dua, tiga dan guru harus menekankan pada angka tiga, terakhir menjadi satu, dua, tiga ….. tiga apel.
The Abstraction Principle
Bila tiga prinsip sebelumnya mengajarkan bagaimana cara menghitung maka prinsip ini menekankan apa yang dapat dihitung. Umumnya anak usia 4 tahun sudah dengan amat aktif mencoba menghitung semua benda yang ada di sekitarnya. Mereka bahkan tidak memperhatikan penggolongan, seperti bentuk, warna, atau apapun. Mereka menggabungkan saja kursi, papan tulis, bentuk, mainan, dan hal-hal lain yang ada di dekat mereka.
Karena anak usia ini sudah mempunyai ketertarikan untuk menghitung segala sesuatu maka mereka mulai dapat diajarkan hal-hal yang dapat dihitung. Misalnya kelompok kejadian, hewan, benda, dan segala hal yang ada disekitar mereka.
The Order – Irrelevance Principle
Penting juga bagi anak untuk mengerti bahwa benda mana yang dihitung terlebih dahulu tidaklah menjadi masalah sehingga anak tidak terpaku pada bendanya, melainkan terbiasa dengan angka 1.
Anak usia 5 tahun sudah dapat mengerti bahwa walaupun mereka harus selalu mulai dengan angka satu, angka satu ini dapat direpresentasikan dengan berbagai objek. Inilah yang dimaksudkan dengan prinsip ini. Maksudnya, anak sudah bisa mengerti bahwa bila hendak menghitung jumlah kotak yang ada di ruangan kelas (ada 3 kotak, satu berwarna biru, satu merah, dan satu hijau) maka angka satu dapat jatuh pada kotak biru, merah, atau hijau. Jadi yang penting adalah mulai dengan satu benda yang kita sebut ’satu’ dan lanjut ke benda lainnya. Benda mana yang berada pada urutan pertama atau terakhir tidak menjadi masalah.
Kecerdasan matematis – logis didefinisikan sebagai kemampuan menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran yang benar. Kemampuan ini meliputi kemampuan menyelesaikan masalah, mengembangkan masalah dan menciptakan sesuatu dengan angka dan penalaran (Amstrong, 1999).
Kecerdasan matematis – logis mulai muncul pada masa kanak-kanak dan meledak pada masa remaja dan awal masa dewasa. Wawasan matematis tingkat tinggi akan menurun setelah usia 40 tahun (Amstrong, 2003).
Pada anak-anak, kecerdasan matematis – logis muncul dalam bentuk indikator berikut:
1. Anak memiliki kepekaan terhadap angka, senang melihat angka dan cepat menghitung benda-benda yang dimiliki, cepat menguasai simbol angka dan pembilangan, mengidentifikasi dengan baik angka pada uang, serta mampu membilang dengan cepat.
2. Anak tertarik dan terlibat dengan komputer dan kalkulator, anak suka bermain kalkulator, memencet-mencet dan senang melihat angka keluar, anak usia 4 – 6 tahun dapat memanfaatkan kalkulator untuk menambah dan mengurang, tetapi masih kesulitan membaca angka dalam jumlah banyak (diatas ratusan).
3. Anak menyukai permainan yang menggunakan logika, strategi dan penuluran seperti maze.
Download lembar kerja Penjumlahan klik link dibawah ini :
Belajar Berhitung Pada Anak Usia Dini
Anak usia 4 – 6 tahun sudah mulai diajarkan berhitung di sekolah. Konsep-konsep yang diajarkan pada usia ini merupakan konsep dasar angka dan berhitung dan belum masuk pada operasi hitung yang lebih kompleks. Menurut Flavell (1993), ada 5 cara yang dapat diterapkan pada saat mengajarkan mereka berhitung.
The One – One Principle
Dalam mengajarkan berhitung pada anak, angka yang hendak diajarkan hendaknya disebutkan semua, satu persatu, tanpa pengulangan, pengurangan atau perhentian. Misalnya menghitung dari satu sampai lima maka satu, dua, tiga, empat, lima. Semua angka ini harus disebutkan tanpa ada yang diulang agar anak dapat mengingat urutannya dengan tepat.
The Stable – Order Principle
Berdasarkan prinsip ini maka bila kita hendak mengajarkan anak menghitung jumlah maka urutan satu, dua, tiga, dan seterusnya harus diucapkan dengan benar sesuai dengan urutanny. Bila hal ini dilakukan terus menerus maka anak secara otomatis akan mengingat urutan angka yang benar dalam menghitung jumlah jangan sekali-sekali mengganti menjadi tiga, dua, satu atau mengacaknya.
The Cardinal Principle
Guru harus ingat untuk selalu mengulang angka terakhir atau jumlah benda yang dihitung. Misalnya menghitung 3 apel maka berdasarkan prinsip stable – order, harus disebut satu persatu, yaitu satu, dua, tiga dan guru harus menekankan pada angka tiga, terakhir menjadi satu, dua, tiga ….. tiga apel.
The Abstraction Principle
Bila tiga prinsip sebelumnya mengajarkan bagaimana cara menghitung maka prinsip ini menekankan apa yang dapat dihitung. Umumnya anak usia 4 tahun sudah dengan amat aktif mencoba menghitung semua benda yang ada di sekitarnya. Mereka bahkan tidak memperhatikan penggolongan, seperti bentuk, warna, atau apapun. Mereka menggabungkan saja kursi, papan tulis, bentuk, mainan, dan hal-hal lain yang ada di dekat mereka.
Karena anak usia ini sudah mempunyai ketertarikan untuk menghitung segala sesuatu maka mereka mulai dapat diajarkan hal-hal yang dapat dihitung. Misalnya kelompok kejadian, hewan, benda, dan segala hal yang ada disekitar mereka.
The Order – Irrelevance Principle
Penting juga bagi anak untuk mengerti bahwa benda mana yang dihitung terlebih dahulu tidaklah menjadi masalah sehingga anak tidak terpaku pada bendanya, melainkan terbiasa dengan angka 1.
Anak usia 5 tahun sudah dapat mengerti bahwa walaupun mereka harus selalu mulai dengan angka satu, angka satu ini dapat direpresentasikan dengan berbagai objek. Inilah yang dimaksudkan dengan prinsip ini. Maksudnya, anak sudah bisa mengerti bahwa bila hendak menghitung jumlah kotak yang ada di ruangan kelas (ada 3 kotak, satu berwarna biru, satu merah, dan satu hijau) maka angka satu dapat jatuh pada kotak biru, merah, atau hijau. Jadi yang penting adalah mulai dengan satu benda yang kita sebut ’satu’ dan lanjut ke benda lainnya. Benda mana yang berada pada urutan pertama atau terakhir tidak menjadi masalah.
Kecerdasan matematis – logis didefinisikan sebagai kemampuan menggunakan angka dengan baik dan melakukan penalaran yang benar. Kemampuan ini meliputi kemampuan menyelesaikan masalah, mengembangkan masalah dan menciptakan sesuatu dengan angka dan penalaran (Amstrong, 1999).
Kecerdasan matematis – logis mulai muncul pada masa kanak-kanak dan meledak pada masa remaja dan awal masa dewasa. Wawasan matematis tingkat tinggi akan menurun setelah usia 40 tahun (Amstrong, 2003).
Pada anak-anak, kecerdasan matematis – logis muncul dalam bentuk indikator berikut:
1. Anak memiliki kepekaan terhadap angka, senang melihat angka dan cepat menghitung benda-benda yang dimiliki, cepat menguasai simbol angka dan pembilangan, mengidentifikasi dengan baik angka pada uang, serta mampu membilang dengan cepat.
2. Anak tertarik dan terlibat dengan komputer dan kalkulator, anak suka bermain kalkulator, memencet-mencet dan senang melihat angka keluar, anak usia 4 – 6 tahun dapat memanfaatkan kalkulator untuk menambah dan mengurang, tetapi masih kesulitan membaca angka dalam jumlah banyak (diatas ratusan).
3. Anak menyukai permainan yang menggunakan logika, strategi dan penuluran seperti maze.
Download lembar kerja Penjumlahan klik link dibawah ini :
- Adding Worksheet
- Addition Coloring Worksheet
- Addition Family Worksheet
- Basic Addition Worksheet
- Column Addition Worksheet
- Early Years Addition Worksheet
- Easy Addition Worksheet
- Image Addition Worksheet
- Kindergarten Addition Worksheet
- Math Addition Worksheet
- Picture Addition Worksheet
- Simple Addition Worksheet
- Practice Adding Math Worksheet
- Olympics Math Worksheet
Download lembar kerja Pengurangan klik link di bawah ini :
- Basic Subtraction Worksheet
- Bird Subtraction Worksheet
- Fun Subtraction Worksheet
- Kindergarten Subtraction Worksheet
- Math Subtraction Worksheet
- Picture Subtraction Worksheet
- Printable Subtraction Worksheet
- Quiz Subtraction Worksheet
- Simple Subtraction Worksheet
- Subtracting Worksheet
- Subtraction Worksheet
- Practice Subtracting Math Worksheet
DOWNLOAD PEDOMAN PEMBELAJARAN PAUD KURIKULUM 2013 METODE SAINTIFIK
DOWNLOAD PEDOMAN PEMBELAJARAN PAUD KURIKULUM 2013 METODE SAINTIFIK
Pedoman ini disusun secara sederhana mungkin agar mampu di pahami oleh para pendidik pendidikan anak usia dini yang sangat beragam tapi tetap sesuai teori - teori yang melandasinya.
Silahkan download PEDOMAN PEMBELAJARAN PAUD KURIKULUM 2013 METODE SAINTIFIK, semoga bermanfaat.
Pedoman ini disusun secara sederhana mungkin agar mampu di pahami oleh para pendidik pendidikan anak usia dini yang sangat beragam tapi tetap sesuai teori - teori yang melandasinya.
Silahkan download PEDOMAN PEMBELAJARAN PAUD KURIKULUM 2013 METODE SAINTIFIK, semoga bermanfaat.
LINK DOWNLOAD DISINI
DOWNLOAD BUKU BACAAN UNTUK ANAK DENGAN MUATAN PENDIDIKAN KARAKTER
DOWNLOAD BUKU BACAAN UNTUK ANAK DENGAN MUATAN PENDIDIKAN KARAKTER
Buku Bacaan Untuk Anak ini ditulis dengan kaliamat sederhana tetapi bermuatan pendidikan karakter yang baik untuk si kecil. Buku ini berisi tentang pentingnya memberi dan berbagi dengan orang lain sehingga kebiasaan itu bukan hanya membuat orang lain senang tapi si kecil merasa bahagia.
Silahkan download buku bacaan ini, semoga bermanfaat bagi si kecil ....
Buku Bacaan Untuk Anak ini ditulis dengan kaliamat sederhana tetapi bermuatan pendidikan karakter yang baik untuk si kecil. Buku ini berisi tentang pentingnya memberi dan berbagi dengan orang lain sehingga kebiasaan itu bukan hanya membuat orang lain senang tapi si kecil merasa bahagia.
Silahkan download buku bacaan ini, semoga bermanfaat bagi si kecil ....
Silahkan Download : Disini
Selasa, 28 Juni 2016
DOWNLOAD BELAJAR MENGENAL HURUF DAN KATA DASAR SESUAI ABJAD UNTUK ANAK USIA DINI
DOWNLOAD BELAJAR MENGENAL HURUF DAN KATA DASAR SESUAI ABJAD UNTUK ANAK USIA DINI
Silahkan download Worksheet belajar mengenal huruf dan kata dasar sesuai abjad ini untuk membantu si kecil belajar membaca. Worksheet ini di lengkapi dengan gambar - gambar menarik untuk membuat si kecil lebih senang belajar membaca.
Worksheet ini di ambil dari tetangga sebelah semoga bermanfaat bagi Ayah Bunda yang sedang mengajarkan si kecil belajar membaca.
Silahkan download Worksheet belajar mengenal huruf dan kata dasar sesuai abjad ini untuk membantu si kecil belajar membaca. Worksheet ini di lengkapi dengan gambar - gambar menarik untuk membuat si kecil lebih senang belajar membaca.
Worksheet ini di ambil dari tetangga sebelah semoga bermanfaat bagi Ayah Bunda yang sedang mengajarkan si kecil belajar membaca.
LINK DOWNLOAD :
CARA MENGAJAR SI KECIL MEMBACA
CARA MENGAJAR SI KECIL MEMBACA
Pernahkah anda merasa kesulitan dalam mengajari anak anda membaca? Nah, barangkali tips berikut ini bisa membantu anda dalam mengajari anak membaca. Sebenarnya, Ketika anak kita sedang belajar membaca untuk pertama kalinya, sangatlah penting untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi mereka. Maka, perlu disadari kembali bahwa sebaiknya tujuan pertama kita adalah bukan hanya untuk membuat anak-anak belajar membaca, tetapi untuk menikmati kegiatannya.
Melalui pendekatan belajar dengan menyenangkan (bermain) diharapkan bisa menjauhkan anak dari perasaan gagal dan takut salah. Dengan ' bermain bersama ' kedua orang tua dan anak bisa belajar dengan santai dan nyaman. Ketika anak kadang merasa tertekan dalam situasi pembelajaran secara formal seperti di sekolah, dia akan bisa menikmati kegiatan membaca dalam situasi 'bermain'. Artikel ini bertujuan untuk memberikan ide-ide sederhana kepada anda untuk dicoba di rumah.
Sebenarnya tidak ada patokan usia tertentu untuk mulai memperkenalkan huruf dan kata karena anak satu dengan anak lain tentu memiliki tingkat perkembangan yang berbeda. Mulai mengajari anak pada tahap pra – sekolah adalah sebuah ide yang baik. Namun, banyak orangtua yang khawatir kalau mereka mengajar anak mereka dengan ' cara yang salah ', atau yang bertentangan dengan metode yang digunakan di sekolah .
Memang benar bahwa dalam kenyataannya, banyak orang tua yang melakukan kesalahan sederhana seperti misalnya mengajar anak mereka untuk menulis nama mereka dalam huruf kapital , yang dapat menyebabkan kesulitan ketika mereka mulai sekolah, namun tujuan artikel ini adalah untuk memberikan beberapa petunjuk yang dapat membantu untuk menghindari masalah tersebut .
Bagaimana Mengajar Membaca?
Membaca dapat diajarkan dengan beberapa cara :
• Metode “Lihat dan Ucapkan” di mana seorang anak belajar untuk mengenali kata dengan melihat sebuah huruf atau kata berulang-ulang.
• Metode Membaca Kalimat Secara Keseluruhan. Metode ini mirip dengan cara yang pertama akan tetapi anak harus mengingat sebuah kalimat yang biasanya disertai juga dengan gambar atau illustrasi.
• Metode phonic atau Bunyi. Metode ini menggunakan bunyi huruf atau kelompok huruf. Dengan belajar bunyi seorang anak memiliki cara untuk memecahkan kata apa yang akan keluar atau terucap.
Kegiatan-kegiatan berikut menggunakan masing-masing metode di atas. Tidak harus dilakukan dengan urutan tertentu, tetapi kegiatan membaca kalimat sebaiknya dilakukan setelah anak anda mengerti tentang bunyi masing-masing huruf.
BUNYI HURUF
Tips untuk mengajar anak Anda Bunyi huruf.
1 . Adalah Hal yang penting bagi seorang anak untuk belajar huruf kecil terlebih dulu daripada huruf besar (kapital). Kebanyakan buku untuk anak menggunakan huruf kecil dan anak Anda juga akan belajar huruf kecil dulu ketika ia di sekolah. Akan tetapi Tentu Anda juga harus mengajarkan huruf kapital bila diperlukan, seperti pada awal nama anak , misalnya. Andi.
2 . Ketika Anda mengajarkan tentang huruf kepada anak Anda , ingatlah untuk menggunakan bunyi huruf : Aa, Beh, Ceh, Deh, Ee, Feh, dst...bukan nama hurufnya seperti : A, B, C, D dst... Alasan untuk ini adalah bahwa ketika mengucapkan kata-kata, praktis tidak mungkin jika Anda menggunakan nama hurufnya. Contoh: “BUKA”, akan terdengar seperti : Beh-U-Keh-Aa. Kemudian bunyi itu dirangkai sehingga akan keluar bunyi BU-KA.
3 . Sebaiknya Jangan mengajarkan huruf dalam urutan abjad. Memang benar untuk tahap awal kita bisa memancing ketertarikan anak untuk belajar huruf dengan mengajari anak menyanyi tentang alfabet.
4. Hindari mengajar huruf yang bentuknya mirip seperti b dan d , atau p dan q pada waktu bersamaan. Berikan waktu untuk memasukkan huruf-huruf lainnya di antara pasangan huruf tersebut. Ajarkan hanya satu huruf pada satu waktu dan jan
Pernahkah anda merasa kesulitan dalam mengajari anak anda membaca? Nah, barangkali tips berikut ini bisa membantu anda dalam mengajari anak membaca. Sebenarnya, Ketika anak kita sedang belajar membaca untuk pertama kalinya, sangatlah penting untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi mereka. Maka, perlu disadari kembali bahwa sebaiknya tujuan pertama kita adalah bukan hanya untuk membuat anak-anak belajar membaca, tetapi untuk menikmati kegiatannya.
Melalui pendekatan belajar dengan menyenangkan (bermain) diharapkan bisa menjauhkan anak dari perasaan gagal dan takut salah. Dengan ' bermain bersama ' kedua orang tua dan anak bisa belajar dengan santai dan nyaman. Ketika anak kadang merasa tertekan dalam situasi pembelajaran secara formal seperti di sekolah, dia akan bisa menikmati kegiatan membaca dalam situasi 'bermain'. Artikel ini bertujuan untuk memberikan ide-ide sederhana kepada anda untuk dicoba di rumah.
Sebenarnya tidak ada patokan usia tertentu untuk mulai memperkenalkan huruf dan kata karena anak satu dengan anak lain tentu memiliki tingkat perkembangan yang berbeda. Mulai mengajari anak pada tahap pra – sekolah adalah sebuah ide yang baik. Namun, banyak orangtua yang khawatir kalau mereka mengajar anak mereka dengan ' cara yang salah ', atau yang bertentangan dengan metode yang digunakan di sekolah .
Memang benar bahwa dalam kenyataannya, banyak orang tua yang melakukan kesalahan sederhana seperti misalnya mengajar anak mereka untuk menulis nama mereka dalam huruf kapital , yang dapat menyebabkan kesulitan ketika mereka mulai sekolah, namun tujuan artikel ini adalah untuk memberikan beberapa petunjuk yang dapat membantu untuk menghindari masalah tersebut .
Bagaimana Mengajar Membaca?
Membaca dapat diajarkan dengan beberapa cara :
• Metode “Lihat dan Ucapkan” di mana seorang anak belajar untuk mengenali kata dengan melihat sebuah huruf atau kata berulang-ulang.
• Metode Membaca Kalimat Secara Keseluruhan. Metode ini mirip dengan cara yang pertama akan tetapi anak harus mengingat sebuah kalimat yang biasanya disertai juga dengan gambar atau illustrasi.
• Metode phonic atau Bunyi. Metode ini menggunakan bunyi huruf atau kelompok huruf. Dengan belajar bunyi seorang anak memiliki cara untuk memecahkan kata apa yang akan keluar atau terucap.
Kegiatan-kegiatan berikut menggunakan masing-masing metode di atas. Tidak harus dilakukan dengan urutan tertentu, tetapi kegiatan membaca kalimat sebaiknya dilakukan setelah anak anda mengerti tentang bunyi masing-masing huruf.
BUNYI HURUF
Tips untuk mengajar anak Anda Bunyi huruf.
1 . Adalah Hal yang penting bagi seorang anak untuk belajar huruf kecil terlebih dulu daripada huruf besar (kapital). Kebanyakan buku untuk anak menggunakan huruf kecil dan anak Anda juga akan belajar huruf kecil dulu ketika ia di sekolah. Akan tetapi Tentu Anda juga harus mengajarkan huruf kapital bila diperlukan, seperti pada awal nama anak , misalnya. Andi.
2 . Ketika Anda mengajarkan tentang huruf kepada anak Anda , ingatlah untuk menggunakan bunyi huruf : Aa, Beh, Ceh, Deh, Ee, Feh, dst...bukan nama hurufnya seperti : A, B, C, D dst... Alasan untuk ini adalah bahwa ketika mengucapkan kata-kata, praktis tidak mungkin jika Anda menggunakan nama hurufnya. Contoh: “BUKA”, akan terdengar seperti : Beh-U-Keh-Aa. Kemudian bunyi itu dirangkai sehingga akan keluar bunyi BU-KA.
3 . Sebaiknya Jangan mengajarkan huruf dalam urutan abjad. Memang benar untuk tahap awal kita bisa memancing ketertarikan anak untuk belajar huruf dengan mengajari anak menyanyi tentang alfabet.
4. Hindari mengajar huruf yang bentuknya mirip seperti b dan d , atau p dan q pada waktu bersamaan. Berikan waktu untuk memasukkan huruf-huruf lainnya di antara pasangan huruf tersebut. Ajarkan hanya satu huruf pada satu waktu dan jan
DOWNLOAD LEMBAR KERJA MENGENAL WARNA SAMBIL MEWARNAI UNTUK ANAK USIA DINI
DOWNLOAD LEMBAR KERJA MENGENAL WARNA SAMBIL MEWARNAI UNTUK ANAK USIA DINI
Lembar kerja ini untuk membantu si kecil dalam mengenal warna plus bahasa Inggrisnya.Mewarnai gambar adala salah satu hal yang paling disukai anak dalam belajar. Namun untuk mengenali warna tertentu, kadang anak-anak masih menemui kesulitan.
Bagi Ayah Bunda yang membutuhkan silahkan download lembar kerja di bawah ini. Semoga bermanfaat...
Lembar kerja ini untuk membantu si kecil dalam mengenal warna plus bahasa Inggrisnya.Mewarnai gambar adala salah satu hal yang paling disukai anak dalam belajar. Namun untuk mengenali warna tertentu, kadang anak-anak masih menemui kesulitan.
Bagi Ayah Bunda yang membutuhkan silahkan download lembar kerja di bawah ini. Semoga bermanfaat...
LINK DOWNLOAD DISINI
LINK DOWNLOAD DISINI
LINK DOWNLOAD DISINI
LINK DOWNLOAD DISINI
LINK DOWNLOAD DISINI
LINK DOWNLOAD DISINI
Langganan:
Postingan (Atom)











